Thursday, August 15, 2013

Hak Orang Tua Kepada Anak, Atau Kewajiban Anak Terhadap Orang Tuanya

kewajiban anak terhadap orang tua





Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Islam mengatur semua sendi-sendi kehidupan di dunia ini, agar manusia selamat di dunia dan di akherat. Suatu karunia yang tak terhingga bahwa Allah berkenan menurunkanpedoman hidup bagi manusia, agar mereka mendapatkan kebahagiaan sejati. Alangkah ruginya jika kita tidak mentaatinya. Berikut ini adalah uraian tentang bagaimana seorang anak seharusnyabersikap kepada kedua orangtuanya.




A. Ketika Orangtua Masih Hidup



1. Menaati mereka selama tidak mendurhakai Allah Ta’ala.

Menaati kedua orangtua hukumnya wajib atas setiap muslim, sedang mendurhakai keduanya merupakan perbuatan yang diharamkan, kecuali jika mereka menyuruh untuk menyekutukan Allah Ta’ala (berbuat syirik) atau bermaksiatkepadaNya.Allah Ta’ala berfirman,artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, ….” (QS.Luqman: 15). Anda juga dapat membaca hal yang sama dalam Surat Al Israa’ ayat 23-24 serta Ash Shaaffat ayat 102.

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada ketaatan untuk mendurhakai Allah. Sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam melakukan kebaikan”.(HR. Al-Bukhari)



Adapun contoh ketaatan anak kepada orangtuanya dapat diwujudkandalam bentuk:



a. Apabila orang tua meminta makan maka anak wajib memberikanmakan.

b. Apabila orang tua butuh dilayani maka anak waji melayani.

c. Apabila orang tua membutuhkan pakaian maka anak wajib membelikannya.

d. Jika anak dipanggil maka wajib segera datang.

e. Perintah apapun asal bukan maksiat maka wajib dilaksanakan.

2. Berbakti dan merendahkan diri di hadapan kedua orangtua

Allah Ta’ala berfirman,artinya, “…dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakankepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlahkepada mereka perkataan yang mulia.



Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangandan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” (QS. Al-Israa’:23-24) Anda akan mendapati ayat serupa dalam Al Baqarah ayat 83, An Nisaa’ ayat 36, Al An’aam ayat 151, Al ‘Ankabuut ayat 8, Lukman ayat 14, Al Ahqaaf ayat 15

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh merugi, sungguh merugi, dan sungguh merugi orang yang mendapatkan kedua orangtuanya yang sudah renta atau salah seorang dari mereka kemudian hal itu tidak dapat memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Muslim) .



Di antara bakti terhadap kedua orangtua adalah menjauhkanucapan dan perbuatan yang dapat menyakiti mereka, walaupun berupa isyarat atau dengan ucapan ‘ah’, tidak mengeraskan suara melebihi suara mereka. Rendahkanlah diri di hadapan keduanya dengan cara mendahulukan segala urusan mereka.



Wujud lain sebagai pernyataananak berbakti dan merendahkan diri kepada orangtuanya adalah:

a. Jangan memanggil orang tua dengan namanya.

b. Apabila berjalan tidak boleh mendahuluiorang tua (jika berjalan bersama).

c. Anak wajib ridho terhadap sesuatu yang terjadi / yang ada pada dirinya .

* Sesuatu yang membuat kita senang beritahukan kepada orang tua agar senang,



tetapi jika sesuatu membuat kita sedih jangan diberitahukan pada orang tua.

3. Berbicara lemah lembut di hadapan mereka



Bergaul dengan orangtua dengan cara yang baik, antara lain adalah dengan berbicara yang lemah lembut kepada keduanya. Tawadlu (rendah hati) kepada keduanya merupakan suatu hal yang wajib bagi anak.

4. Menyediakan makanan untuk mereka

Hal ini juga termasuk bentuk bakti kepada kedua orang tua, terutama jika hal tersebut merupakan hasil jerih payah sendiri. Lebih-lebih jika kondisi keduanya sudah renta.

Sudah seyogyanya, mereka disediakanmakanan dan minuman yang terbaik dan lebih mendahulukan mereka berdua dari pada dirinya, anaknya dan istrinya.

5. Meminta izin kepada mereka sebelum berjihad dan pergi untuk urusan lainnya.

Izin kepada orangtua diperlukanuntuk jihad yang belum ditentukan(kewajibannya untuk dirinya-pent). Seorang laki-laki datang kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, “Wahai Rasulullahapakah aku boleh ikut berjihad?”Beliau balik bertanya, ‘Apakah kamu masih mempunyai kedua orangtua?’Laki-laki tersebut menjawab, ‘Masih’. Beliau bersabda, ‘Berjihadlah (dengan cara berbakti) kepada keduanya’.” (HR. al-Bukharidan Muslim), dan masih banyak hadits yang semakna dengan hadits tersebut.



6. Memberikan nafkah kepada orangtua



Beberapa ayat dalam Al Qur’an yang membahas tentang hal ini adalah Al Baqarah ayat 15 dan Ar Rum ayat 38. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepada seorang laki-laki ketika ia berkata, “Ayahku ingin mengambil hartaku”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kamu dan hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Oleh sebab itu, hendaknya seseorang jangan bersikap bakhil (kikir) terhadap orang yang menyebabkan keberadaandirinya, memeliharanya ketika kecil, serta telah berbuat baik kepadanya.



7. Membuat keduanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang dicintainya.

Hendaknya seseorang membuat kedua orang tuanya ridha dengan berbuat baik kepada orang-orang yang mereka cintai. Yaitu dengan memuliakanmereka, menyambungtali silaturrahim dengan mereka, menunaikanjanji-janji (orang tua) kepada mereka, dan lain sebagainya.

8. Memenuhi sumpah/Nazar kedua orangtua

Jika kedua orang tua bersumpah untuk suatu perkara tertentu yang di dalamnya tidak terdapat perbuatan maksiat, maka wajib bagi seorang anak untuk memenuhi sumpah keduanya karena hal itu termasuk hak mereka.



9. Tidak Mencaci maki kedua orangtua.

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Termasuk dosa besar adalah seseorang mencaci maki orangtuanya.” Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa ada orang yang mencaci maki orangtuanya?’ Beliau menjawab, “ Ada. Dia mencaci maki ayah orang lain kemudian orang tersebut membalas mencaci maki orangtuanya. Dia mencaci maki ibu orang lain lalu orang itu membalas mencaci maki ibunya.” (HR. al-Bukharidan Muslim)

Terkadang perbuatan tersebut tidak dirasakan oleh seorang anak, dan dilakukan dengan bergurau padahal hal ini merupakan perbuatan dosa besar.



10. Mendahulukan berbakti kepada ibu daripada ayah

Seorang lelaki pernah bertanya kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam, “Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” beliau menjawab, “Ibumu.” Lelaki itu bertanya lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau kembali menjawab, “Ibumu”. Lelaki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ibumu”. Lalu siapa lagi? Tanyanya. “Ayahmu,” jawab beliau.” (HR. al-Bukharidan Muslim)



Hadits di atas tidak bermakna lebih menaati ibu daripada ayah. Sebab, menaati ayah lebih didahulukan jika keduanya menyuruh pada waktu yang sama dan dalam hal yang dibolehkansyari’at. Alasannya,ibu sendiri diwajibkantaat kepada suaminya.

Maksud ‘lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibu’ dalam hadits tersebut adalah bersikap lebih halus dan lembut kepada ibu daripada ayah. Sebagian Ulama salaf berkata, “Hak ayah lebih besar dan hak ibu patut untuk dipenuhi.”



11. Mendahulukan berbakti kepada kedua orang tua daripada berbuat baik kepada istri.

Di antara hadits yang menunjukkan hal tersebut adalah kisah tiga orang yang terjebak di dalam gua lalu mereka tidak bisa keluar kemudian mereka bertawasuldengan amal baik mereka, di antara amal mereka, ‘ada yang mendahulukan memberi susu untuk kedua orang tuanya, walaupun anak dan istrinya membutuhkan’.


12. Mendoakan kedua orang tua



Ayat Al Qur’an yang membahas tentang kewajiban anak mendoakan keduanya adalah Ibrahim ayat 41, Al Israa’ ayat 24 dan Nuh ayat 28.


13. Memelihara Orang tua



Ayat Al Qur’an yang membahas tentang hal ini dapat anda jumpai dalam Al Israa’ ayat 23 dan Al Ahqaaf ayat 15.




B. Ketika Orangtua Telah Meninggal



Ada suatu dialog di zaman Rasulullah. Seorang sahabat menemui Rasulullahdan menyatakanpenyesalannya bahwa selama orangtuanya masih hidup ia tidak sempat berbuat baik kepada bapak-ibunya. Ia sekarang menyesal karena merasa sudah tertutup baginya untuk berbuat baik kepada bapak-ibunya. Mendengar keluhan itu Rasulullahmenyatakanbahwa berbuat baik kepada kedua orangtua ada dua macam, yaitu ketika mereka masih hidup dan ketika mereka sudah meninggal dunia.



Ada empat perkara yang dapat dilakukan oleh seorang anak untuk berbuat baik atau berbakti kepada orang tuanya, yaitu: 1) mendoakan keduanya, 2) menjaga tali silaturahmi yang telah dijaga dan dirintis oleh kedua orang tua, 3) melanjutkan kebaikkan yang selama ini dilakukan oleh keduanya, dan 4) jika memungkinkan menziarahimakam keduanya. Uraian lebih rinci adalah seperti uraian di bawah ini.



1. Mengurus jenazahnyadan banyak mendoakan keduanya, karena hal ini merupakan bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya. Menguburkan jenazah orang muslim harus disegerakan, tidak boleh ditunda-tunda. Mungkin kita dapat menundanyauntuk waktu yang tidak terlalu lama.



2. Beristighfar (memohonkan ampun kepada Allah Ta’ala) untuk mereka berdua, karena merekalah orang yang paling utama untuk didoakan agar Allah Ta’ala mengampunidosa-dosa mereka dan menerima amal baik mereka.



3. Menunaikanjanji dan wasiat kedua orang tua yang belum terpenuhi semasa hidup mereka yang sesuai dengan syariat, dan melanjutkan amal-amal baik yang pernah mereka kerjakan selama hidup mereka. Sebab, pahala akan terus mengalir kepada mereka berdua apabila amal baik tersebut dilanjutkan.



4. Memuliakanteman atau sahabat dekat kedua orang tua, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Sesungguhnya bakti anak yang terbaik adalah seorang anak yang menyambungtali persahabatan dengan keluarga teman ayahnya setelah ayahnya meninggal”. (HR. Muslim)



5. Menyambungtali silaturrahim dengan kerabat Ibu dan Ayah. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang ingin menyambungsilaturrahim ayahnya yang ada dikuburannya, maka sambunglahtali silaturrahim dengan saudara-saudara ayahnya setelah ia meninggal”. (HR. Ibnu Hibban).



6. Mendoakan kedua orangtua



Dalam sebuah hadist, Rasulullahbersabda bahwa sesungguhnya ketika seorang hamba meninggal dunia maka putuslah segala amalnya kecuali: a) ilmu yang bermanfaat, b) amal jariyah, c) anak sholeh yang mendoakan keduanya.



Pengertiananak dalam hadist ini bukan sekadar anak kandung, tetapi juga anak tiri, anak angkat, atau anak muslim. Jadi bagi mereka yang tidak ada mempunyai anak kandung tidak usah khawatir. Agar anak itu mendoakan orangtua baik ketika hidup maupun sudah meninggal,maka tentu saja orangtua harus menunaikankewajibannya sebagai orangtua. Bukankah ketika kita berdoa, kita diajarkan untuk mendoakan diri sendiri, orangtua dan kaum muslimin.



7. Membayarkan hutang-hutang keduanya



Hutang adalah salah satu hal yang harus segera ditunaikanketika kita mampu membayarkan. Tidak boleh ditunda-tunda. Oleh sebab itu, jika kita mengetahuiorangtua kita meninggalkan hutang segera kita melunasinya jika kita mampu.





Ada dua perbuatan yang negatif yang akan segera dibalas oleh Allah di dunia. Salah satu diantaranya adalah durhaka kepada kedua orangtua. Agar kita terhindar dari perbuatan itu maka ada baiknya kita memahami bentuk-bentuk durhaka kepada orangtua.



Diantara bentuk bentuk durhaka (uquq) adalah:

a. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan)



ataupun perbuatan yang membuat orang tua sedih atau sakit hati.

b. Berkata ‘ah’ dan tidak memenuhi panggilan orang tua

c. Membentak atau menghardikorang tua

d. Melaknak dan mencaci kedua orang tua

e. Bakhil (pelit) tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainyamemberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.

f. Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merendahkan orang tua, mengatakanbodoh, kolot, dll

g. Menyuruh orang tua

h. Menyebutkan kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua

i. Memasukkankemungkaran ke dalam rumah, misalnya alat musik, menghisap rokok, dll.

j. Mendahulukan taat kepada istri daripada orang tua. Bahkan ada sebagian orang dengan teganya mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya na’udzubillah.

k. Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaanorang tua dan tempat tinggalnyaketika status sosialnya meningkat.Tidak diragukan lagi, sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.



Sebab sebab anak durhaka kepada orang tua adalah :

1. Karena kebodohan

2. Jeleknya pendidikanorang tua dalam mendidik anak

3. Paradok, orang tua menyuruh anak berbuat baik tapi orang tua tidak berbuat

4. Bapak dan ibunya dahulu pernah durhaka kepada orang tua sehingga dibalas



oleh anaknya

5. Orang tua tidak membantu anak dalam berbuat kebajikan

6. Jeleknya akhlak istri



/



Resensi Buku Islam: Birrul Walidain.