Friday, June 21, 2013

Adab Malam Pertama Seorang Muslim Dan Muslimah Setelah Akad Nikah

Adab-adab malam pertama (zafaaf) setelah berlangsungnya akad nikah adalah sebagai berikut:

  1. Ucapkan salam terlebih dahulu kepada mempelai wanita sebelum melakukan hubungan badan.
    Hal ini untuk menenangkan hati dan pikiran si mempelai wanita sekaligus mengìlangkan rasa segan dan was-was. Disamping untuk lebih mengakrabkan satu sama lain.

    Dari Ummu Salamah Ra brkata, ketika Rasulullah Saw menikahinya dan beliau hendak menggaulinya, beliau mengucapkan salam terlebih dahulu.
    (HR. Abu Syaikh dengan sanad hasan shahih).

    Adapun shighat/ucapan salamnya sama seperti salam ketika bertemu orang lain, atau seperti yang diamalkan para ulama salaf:

    Assalaamu 'alaikum yaa baabar-Rohmaan
    .

    Lalu istrinya menjawab:
    wa 'alaika 'alayyas salaam...



  2. Meletakkan tangan di kening atau jidat istri, kecuplah sekilas kemudian doakanlah kebaikan sebagaimana yang diajarkan oleh Rosulullah Saw:
    idzaa tazawwaja ahadukum imro-atan, aw asytaroo khoodimaa, fal yaqul
    :

    Apabila salah seorang di antara kalian menikahi seorang wanita atau membeli seorang hamba sahaya, peganglah terlebih dahulu keningnya, sebutlah nama Allah (basmalah) dan berdoalah untuk keberkahan seraya ucapkan doa berikut -yang artinya- Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu kebaikan (dari istriku) dan kebaikan apa yang aku ambil darinya, dan aku berlindung kepadaMu dari kejahatannya dan kejahatan apa-apa yang ada di dalamnya dan kejahatan dari apa yang aku ambil daripadanya.
    (HR. Abu Dawud, Nasai, dan Ibnu Majah).

  3. Kemudian sholat sunnah dua roka'at bersama mempelai wanita. Sholat sunnat malam pengantin (zifaf) ini sunnah (sholat sunnah muthlaqan). Hal ini didasarkan pada riwayat Abu Said bekas budak Abu Usaid sebagai berikut.:
    Saya menikah ketika masih menjadi hamba sahaya (mamluuk), lalu saya mengundang sekelompok sahabat Rasulullah Saw di antaranya ada Ibnu Mas'ud, Abu Dzar Ra, dan Huzhaifah Ibnul Yaman Ra. Abu said berkata: lalu dbacakan iqamah untuk shalat. Abu Dzarr kemudian berangkat untuk ke depan. Para sahabat lainnya kemudian berkata, "kamu juga ikut", Abu Said berkata, "apakah harus demikian?" mereka menjawab, "Ya". Aku lalu maju ke depan sedangkan saya saat itu masih budak belian. Mereka mengajariku dan mereka berkata, "Bila kamu hendak menggauli istrimu (baru menikah), sholatlah terlebih dahulu dua roka'at, kemudian berdoalah kepada Allah untk kebaikan apa yang telah kamu gauli, juga berlindunglah kepada Allah Swt dari kejahatannya dan kejahatan dirimu juga diri keluargamu.

    (HR. Ibnu Abi Syaibah dengan sanad Shahih).

  4. Memakai wewangian dan penyegar mulut.
    Berdasarkan riwayat Syuraih bin Hani berikut:

    Saya pernah bertanya kepada Siti Aisyah Ra, dengan apa Rasulullah Saw memulai sebelum beliau menggauli istri-istrinya?Beliau menjawab: dengan siwaak (kayu aarok pembersih mulut dan gigi).
    (HR. Muslim).

  5. Menyebut nama Allah dan berdo'a dgn do'a jima' berikut ini sebelum anda menyetubuhinya:

    أَمَا إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنِى الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا ثُمَّ رُزِقَ أَوْ قُضِىَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ

    Bila seseorang membaca do'a berikut ini sebelum menyetubuhi istrinya: Artinya- dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah setan dari kami, dan jauhkan dia dari apa yang akan Engkau rizkikan kepada kami (anak, keturunan) kemudian dari hubungan tersebut ditakdirkan menghasilkan seorang anak, maka ia tidak akan diganggu oleh setan selamanya.
    (HR. Bukhori dan Muslim dari Ibnu Abbas Ra).

  6. Seyogyanya/mustahabnya tidak melakukan jima'/bersetubuh dalam keadaan bugil, jadi masih tetap menutup aurat.
    (lihat Qurrotul 'Uyun).

  7. Dilarang bagi suami dan/atau istri menceritakan apa-apa yang terjadi pada waktu bersetubuh.

    Sesungguhnya di antara seburuk-buruknya tempat manusia di sisi Allah pada hari kiamat nanti, adalah orang yang bersenang-senang (bersetubuh) dengan istrinya, demikian pula sebaliknya, lalu menyebarkan rahasia mereka berdua. (HR. Muslim)

    Kemudian sholat sunnah dua roka'at bersama mempelai wanita. Sholat sunnat malam pengantin (zifaf) ini sunnah (sholat sunnah muthlaqan). Hal ini didasarkan pada riwayat Abu Said bekas budak Abu Usaid sebagai berikut.:
    Saya menikah ketika masih menjadi hamba sahaya (mamluuk), lalu saya mengundang sekelompok sahabat Rasulullah Saw di antaranya ada Ibnu Mas'ud, Abu Dzar Ra, dan Huzhaifah Ibnul Yaman Ra. Abu said berkata: lalu dbacakan iqamah untuk shalat. Abu Dzarr kemudian berangkat untuk ke depan. Para sahabat lainnya kemudian berkata, "kamu juga ikut", Abu Said berkata, "apakah harus demikian?" mereka menjawab, "Ya". Aku lalu maju ke depan sedangkan saya saat itu masih budak belian. Mereka mengajariku dan mereka berkata, "Bila kamu hendak menggauli istrimu (baru menikah), sholatlah terlebih dahulu dua roka'at, kemudian berdoalah kepada Allah untk kebaikan apa yang telah kamu gauli, juga berlindunglah kepada Allah Swt dari kejahatannya dan kejahatan dirimu juga diri keluargamu.
    (HR. Ibnu Abi Syaibah dengan sanad Shahih).

    ما بعد : فاعلم أن مقاصد النكاح ثلاثة : حفظ النسل، وإخراج الماء الذي يضرّ احتباسه بالبدن، ونيل اللذّة، وهذه الثالثة هي تبقي في الجنة، إذ لا تناسل هناك ولا احتباس
    (إعانة الطالبين، ٣/٢٩٥). إنتهى

    Ketahuilah bahwa tujuan menikah itu ada tiga, yaitu :

    1. Menjaga Keturunan
    2. Mengeluarkan sperma yang akan membahayakan tubuh bila menahannya
    3. Memperoleh kelezatan
    (kenikmatan yang luar biasa)
    Yang ketiga inilah yang akan kekal di dialam surga, karena di sana tidak ada keturunan dan juga tidak ada penahanan.
[I'anah at-Tholibin, 3/295]



Penulis: Gus Abdul Qodir Al-Busthomi III